Friday, May 2, 2014

Belanja Puas di Lazada.co.id

Printer Multi Fungsi dengan kualitas bagus disini:
 Barang Terima di tempat anda dan gratis ongkos kirim
lazada indonesia


Mau Laptop Bagus dengan Diskon Memuaskan langsung ja klik di bawah ini
Dapatkan kepuasan berbelanja
lazada

Thursday, January 23, 2014

contoh RPP Kurikulum 2013 Mapel PKn

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Satuan Pendidikan : MTs Mu’allimat NW Kelayu
Mata Pelajaran : PKn
Kelas / Semester : VII / I
Materi Pokok : Menanamkan kesadaran dan keterikatan terhadap norma
Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit ( 1 kali pertemuan)

A. KOMPETENSI INTI (OPSIONAL)
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam Dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
KOMPETENSI DASAR dan INDIKATOR:
NO. KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1. 1.1 mengahargai perilaku beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dalam kehidupan di sekolah dan masyarakat Tidak di isi
2. 2.2. menghargai perilaku sesuai norma-norma dalam berinteraksi dengan kelompok sebaya dan masyarakat sekitar Tidak isi
3. 3.4 Memahami norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 3.4.1 Menjelaskan pengertian norma.
3.4.2 Menyebutkan macam- macam norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
3.4.3 Menyebutkan fungsi norma sosial.
4 4.4 Menyaji hasil pengamatan tentang norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara 4.4.1 Meniru contoh laporan tentang penerapan norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara
4.4.2 menunjukkan contoh tindakan yang menerapkan norma dalam kehidupan masyarakat
4.4.3 Membuat laporan hasil pengamatan

B. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Melalui metode diskusi dan dialog peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian norma
2. Menjelaskan macam-macam norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
3. Menyebutkan fungsi norma sosial
4. Meniru contoh laporan tentang penerapan
C. MATERI PEMBELAJARAN:
1. Pengertian norma adalah kaidah atau aturan-aturan bertindak yang dibenarkan untuk mewujudkan sesuatu yang penting, berguna, dan benar. Norma-norma dijadikan sebagai: (1) aturan sosial; (2) patokan perilaku yang pantas; (3) bertingkah laku rata-rata yang diabstraksikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa norma masyarakat adalah aturan-aturan atau sebagai hasil kesepakatan masyarakat untuk mengatur sikap dan perilaku anggota masyarakat demi terwujudnya ketertiban dan kedamaian.Norma-norma itu mempunyai dua macam isi, dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan. Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karenaakibat-akibatnya dipandang baik. Larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik.
2. Macam-macam norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
a. Norma Agama ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat.
b. Norma Kesusilaan ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.
c. Norma Kesopanan ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri.Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat.
d. Norma Hukum ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara. Contoh norma ini diantaranya ialah :(a) “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun”.(b) “Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan, diwajibkan mengganti kerugian”,misalnya jual beli. (c) “Dilarang mengganggu ketertiban umum”.
3. Fungsi norma sosial sebagai patokan sikap dan tingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat. Anggota masyarakat dapat menerima secara sukarela, sehingga penyimpangan dan pelanggaran jarang sekali terjadi. Fungsi norma sosial adalah :
a. Petunjuk arah dalam bersikap dan bertindak,
b. Pemandu dan pengontrol sikap dan tindakan,
c. Alat pemersatu masyarakat,
d. Benteng perlindungan keberadaan masyarakat,
e. Pendorong sikap dan tindakan manusia,
f. Mengendalikan tindakan dalam mewujudkan keinginan dan/atau kepentingan semuanya harus secara proporsional, sesuai kebutuhan untuk hidup.
g. Mengupayakan terpenuhinya keanekaragaman kepentingan yang ada agar berlangsung secara terkendali, tertib, aman, tenteram, dan damai

D. METODE PEMBELAJARAN:
1. Scientific Method (metode ilmiah)
2. Contextual Teaching and Learning
3. Direct Instruction (Model Pengajaran Langsung)

E. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Media
a. Video sesuai kompetensi dasar
b. Gambar/foto
2. Alat
a. Laptop
b. LCD Proyektor

F. SUMBER BELAJAR
1. Buku Pegangan Siswa PKn Kelas VII
2. Koran/Majalah
3. Buku lain yang relevan
G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pendahuluan ( 10 menit )
a. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat;
b. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk pesrta didik.
c. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pelajaran.
d. Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai.
e. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk sesuai skenerio pembelajaran yang telah di tetapkan.
2. Kegiatan inti ( 60 menit)
Mengamati
a. Secara klasikal, peserta didik menyaksikan video tentang norma (cara berpendapat dalam musyawarah, berdemonstrasi di tempat umum) yang ditayangkan oleh guru melalui media/tayangan audio visual
b. Secara klasikal, peserta didik menyimak penjelasan tentang pengertian, macam-macam dan fungsi norma yang disampaikan oleh guru
c. Secara bersama-sama peserta didik mengamati dan mengkaji berbagai literatur yang telah disiapkan untuk memahami materi tentang norma, yang berkaitan dengan pengertian, macam-macam dan fungsi norma.
Menanya
a. Setiap peserta didik membuat pertanyaan tentang pengertian norma, macam-macam norma dan fungsinya atau pertanyaan lain yang relevan berdasarkan tayangan video.
b. Setiap peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut dan peserta didik lain diperbolehkan untuk menjawab atau merespon pertanyaan-pertanyaan tersebut.
c. Guru memberikan penguatan atas jawaban atau respon dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.
Eksperimen/explore
a. Secara klasikal peserta didik mengidentifikasi perbuatan yang mencerminkan norma seperti yang terdapat pada tayangan video/gambar/koran.
b. Secara bersama-sama mengidentifikasi dan menyebutkan perilaku yang mencerminkan penerapan norma sesuai dengan tayangan video yang disaksikan
c. Setiap peserta didik menuliskannya hasil pengamatannya pada kertas.
d. Peserta didik memperhatikan penguatan pemahaman tentang norma yang disampaikan guru melalui penjelasan dan demonstrasi langsung.
e. Secara bergiliran peserta didik mendemontrasikan perilaku yang mencerminkan penerapan norma.
Mengasosiasi
a. Secara bersama-sama melakukan koreksi terhadap hasil identifikasi macam-macam perilaku yang mencerminkan penerapan norma sesuai tayangan video dan menuliskannya pada kertas dan membuat kesimpulan.
Mengkomunikasi
a. Setiap peserta didik menyajikan paparan hasil identifikasi perilaku penerapan norma pada video yang telah disaksikan.
b. Peserta didik yang lain menanggapi paparan hasil idetifikasi perilaku penerapan norma yang disampaikan peserta didik dalam tayangan video yang telah disaksikan.
c. Setiap peserta didik menyusun kesimpulan hasil identifikasi perilaku yang mencerminkan penerapan norma pada tayangan video yang telah disaksikan.
3. Penutup (10 menit)
a. Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis.
b. Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
c. Guru memberikan reward kepada peserta didik “terbaik”, yakni : Peserta didik yang benar dalam mengidentifikasi perilaku penerapan norma.
d. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur.
e. Bersama-sama menutup pelajaran dengan berdoa.
H. PENILAIAN

1. Sikap spiritual
a. Teknik Penilaian : Penilaian diri
b. Bentuk Instrumen : Lembar penilaian diri
c. Kisi-kisi :
No. Sikap/nilai Butir Instrumen
1. Allah swt memerintahkan untuk senantiasa berbuat baik. Terlampir
2. Agama islam mengajarkan perilaku yang sesuai dengan kaidah norma yang berlaku. Terlampir
3. Bahwa setiap orang harus menjalankan dan menghargai norma yang berlaku termasuk norma dalam beragama. Terlampir
4. Ajaran agama harus diamalkan Terlampir
5. Allah swt akan memberikan balasan untuk orang yang berbuat baik Terlampir

Instrumen: Terlampir
2. Sikap sosial
a. Teknik Penilaian : Penilaian Antar Teman
b. Bentuk Instrumen : Lembar Penilaian
c. Kisi-kisi:
No. Sikap/nilai Butir Instrumen
1. Mengucapkan salam saat bertemu dengan teman atau guru. Terlampir
2. Menghormati teman yang lebih dewasa. Terlampir
3. Tidak pelit ketika temannya meminjam buku pelajaran. Terlampir
4. Tidak menunjukkan sikap sombong kepada sesama. Terlampir
5. Meminta izin ketika meninggalkan kelas. Terlampir

Instrumen: Terlampir

3. Pengetahuan
a. Teknik Penilaian :Tes Lisan
b. Bentuk Instrumen : Lembar penilaian tes lisan
c. Kisi-kisi :
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan pengertian norma Jelaskan pengertian norma
2. Menyebutkan macam-macam norma yang berlaku dalam masyarakat Sebutkan macam-macam norma yang berlaku dalam masyarakat
3. Menyebutkan fungsi norma sosial Sebutkan fungsi norma sosial

Instrumen: Terlampir




4. Keterampilan
a. Teknik Penilaian : Penilaian Praktek
b. Bentuk Instrumen : Praktik
c. Kisi-kisi:
No. Keterampilan Butir Instrumen
1. Membuat laporan Buatlah laporan pengamatan tentang penerapan norma dalam kehidupan masyarakat sesuai tayangan video
2. Mendemonstrasikan contoh tindakan Demonstrasikan contoh tindakan yang termasuk norma kesopanan
Instrumen: Terlampir

Kelayu, 5 Januari 2014
Mengetahui                                                                                       Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah                                                                                Pendidikan Kewarganegaraan




UST. ANWAR WAJDI, QH                                                              MUH. ROSYADI, S.Pd
NIY. ...                                                                                                 NIY. ...

Monday, June 3, 2013

PENGUMUMAN HASIL UJIAN NASIONAL 2013

Diberitahukan kepada semua siswi MTs. Mu'allimat NW Kelayu bahwa tingkat kelulusan Ujian Nasional pada Tahun 2013 adalah 100%. Bagi siswi yang membutuhkan Surat Keterangan hasil Ujian nasional Sementara untuk keperluan pendaftaran dapat menghubungi Bagian Tata Usaha.
Pengumuman Hasil UN 2013 Selengkapnya.......

Tuesday, April 16, 2013

Lomba Menulis Cerita Remaja Berhadiah Total Rp. 92 juta


JANGAN LEWATKAN…LMCR 2013
KESEMPATAN BERPRESTASI MENJADI PENGARANG UNGGUL DI TANAH AIR TERCINTA INI.
                                                                         
  • Bagi Anda Semua – Putra Putri Terbaik Negeri Lebih Berbobot, Lebih Bergengsi, Lebih Banyak pemenangnya 
  • Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR-2013) Berhadiah Total Rp 92 Juta 20 Cerita Pendek Terbaik Diterbitkan sebagai Antologi LMCR 2013
untuk informasi selengkapnya silahkan klik link berikut :

Tuesday, March 26, 2013

Artikel Pendidkan

How Children Learn by Playing

The idea of children learning by playing may seem outrageous to some parents and educational institutions, which firmly believe that learning is all about getting good grades in school. Here, we talk about how the focus of learning goes beyond grades, and how kids can be taught some of the most complex concepts simply by playing and engaging in some activities.

The concept of learning by playing is not new. In fact, for ages, children have been taught highly complex concepts by means of games and activities - concepts that they wouldn't have otherwise grasped. Such games and activities enhance personal learning and development that no book can provide. It is true that a school provides education, but knowledge is subjective and can be increased and improved by means of some very simple methods such as playing games. There are so many things that you have your kids do, without realizing the kind of message it is imparting to them, or the kind of effect it has on their minds. Playing particularly has a positive effect on kids and helps develop their personality and skills.

What Children Learn By Playing


Instead of having kids cram information and simply talking to them about various concepts, parents, along with several educational institutions, are adopting the art of teaching by playing with children. This, they believe, is a better way of inculcating not only concepts but also essential values, particularly in the most formative stages of a child's life. It is human nature to learn by experience, rather than when told or explained by someone else. Children should be allowed to learn from the consequences of their actions, and then realize why they were or weren't asked to do something. With parent and teacher participation and involvement, for children, learning can be made fun rather than a mundane, stressful task that emphasizes only on cramming as much information as possible.

A lot of concepts that education cannot impart are taught by the simple act of engaging in various indoor and outdoor activities. Here's what kids learn when they engage in such activities:


  • By being allowed to play, children are free to explore their surroundings and develop experiences that are unique to them.
  • They learn to take control and are capable of making their own decisions.
  • They learn to respect rules and the choice of others around them.
  • Children learn how to use their imagination in play and this helps develop creativity. The use of imagination also helps them shut out unpleasantness and tackle inherent fears.
  • Free play allows kids to indulge and appease their inquisitiveness.
  • Interactions with others help develop communication skills and aid personality development.
  • The involvement of parents in the entire process helps strengthen the bond between the child and parent, as children learn how to share their experiences with their parents.
Examples of How Children Learn by Playing
  • Why are kids taught mathematics on the Abacus before they are taught it in the classroom? It is because the abacus lays a strong foundation upon which the subject revolves. The basics of addition, subtraction, multiplication, and division are all taught on this colorful tool, where kids learn how these concepts work by manually moving the beads. This makes it a playful activity that allows learning by playing.
  • Board games such as Monopoly teach children how to use money wisely at a young age. It teaches them how to carry out transactions, and how to make decisions for themselves. Games such as Scrabble help children strategize and score more points by placing appropriate letters in the right spots.
  • In the digital age, a lot of educational computer games and video games have been designed to teach children basic concepts such as strategy, the importance of teamwork, along with enhancing focus and concentration. Some schools in the US have started allowing kids to design video games that help them learn in the process of designing.
  • In the classroom, children are also taught the power of healthy communication, of group effort, and the benefits of team building. It teaches children not only to function as a group, but to lead and manage large groups of people, thereby helping them develop leadership skills.
  • Similar is the case with outdoor games and activities. Being the captain of a football team teaches a child how to lead, manage and achieve goals by means of the aforementioned concepts. In activities like camping, children are taught the importance of nature, and the value of having the comfort of a home and a bed, when they are roughing it up outdoors.
Encouraging Learning by Playing

In order to encourage learning by playing, it is important that kids be allowed to learn in their own way. There is a difference between guiding and pressurizing, and as a parent/teacher, you ought to know where to draw the line. Here are some guidelines that will help you aid learning through the process of playing.

  • The activities and games introduced to children should be age-appropriate.
  • The activity that kids are allowed should be divided into structured and unstructured play. This means, say for 30 minutes, an adult should be guiding kids in their activities, and for another 30 minutes, the child should be allowed to do what he pleases, i.e. free play.
  • Schools should allot specific periods for children to free play and engage in teacher-led activities. This can be a time for structured play, during which they can enhance communication and other skills.
  • They should be allowed to be in control of the situation, even during structured play. This helps them develop their own methods of working on different activities.
  • A child should be allowed to indulge in play for as long as he wants to, and should not be forced to sit through a period of play just because it has been allotted. What is meant to be a fun activity to aid learning should not get frustrating for the child.
All in all, this idea of enabling children to learn by playing can be implemented in different manners. Not all children take to a particular activity and may have other ways of imbibing knowledge and wisdom. Yet, this is a very effective way of laying a strong foundation of concepts that are not taught by books to children. There is a lot for children to learn in life, and though not everything, playing with children and teaching them in the process will be highly beneficial to all of them.

Monday, March 25, 2013

Info Bola Terkini

OBJEK WISATA LOTIM

OBJEK WISATA BAHARI DAN ALAM DI LOMBOK TIMUR


Sebagaimana halnya dengan daerah lain di seantero Nusantara, di Lombok Timur juga terdapat banya objek wisata yang mempesona siap memanjakan pandangan setiap pengunjungnya. Banyak tempat-tempah indah menawan yang dapat dikunjungi di lombok timur. Tempat-tempat itu dapat anda lihat pada link berikut :
1. Pantai Kaliantan
2. Tanjung Ringgit, Tanjung Perak dan Tanjung Cina
3. Gili Lawang
4. Gunung Rinjani